NUBUAT-NUBUAT ALLAH

Hanya satu ungkapan yang tepat bagi nubuat dalam Alkitab, “Menakjubkan!” Nubuat-nubuat yang dicatat dalam Alkitab tidak ada yang tidak digenapi atau akan digenapi. Pada pelajaran ini,sangat penting bagi kita untuk mempertimbangkan beberapa hal berikut ini:

1. Alkitab mencatat beberapa nubuatan & sekaligus kegenapannya

Kita dapat menemukan beberapa nubuat dalam Perjanjian Lama, yang juga digenapi pada zaman Bapa-bapa dan zaman Musa, sedangkan beberapa lagi tergenapi pada zaman Kekristenan dan itu tercatat dalam Perjanjian Baru. Beberapa nubuat dalam Perjanjian Baru pun ada yang yang telah tergenapi. Nubuat dan kegenapannya adalah salah satu bukti bahwa Alkitab adalah Firman Allah.

2. Alkitab mencatat beberapa nubuatan, namun kegenapannya dicatat dalam sejarah dunia, atau catatan tradisi gereja

Baik nubuat-nubuat dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, ada yang tidak tercatat kegenapannya dalam Alkitab itu sendiri, tetapi tercatat dalam sejarah dunia ataupun dalam catatan tradisi gereja. Perlu dipahami bahwa meskipun catatan sejarah dunia ataupun catatan tradisi gereja tidak diilhami oleh Allah penulisannya, namun fakta penting yang perlu kita pertimbangkan adalah bahwa peristiwa-peristiwa yang tercatat di dalamnya telah menggenapi apa yang telah dinubuatkan dalam Alkitab. Catatan sejarah yang ada kaitannya dengan Alkitab merupakan salah satu fakta yang meneguhkan Alkitab adalah Firman Allah.

3. Alkitab mencatat beberapa nubuatan yang belum tergenapi

Tidak semua nubuat dalam Alkitab telah digenapi. Ada beberapa di antaranya belum tergenapi, tetapi pasti akan digenapi. Contoh di antara beberapa nubuat yang belum digenapi adalah tentang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, hari kiamat, dll.

Dua dari tiga hal di atas ( point nomor 1 dan 2) akan menjadi bagian terpenting dan banyak dibicarakan dalam pelajaran ini. Belajar mengenai nubuat dan kegenapannya tidak kalah penting dari topik-topik lainnya dalam Alkitab. Menurut hemat saya, sangat sedikit di antara kita, orang Kristen yang mempelajari topik ini. Tetapi yang jelas belum terlambat bagi kita untuk mempelajarinya. Oleh karena itu, saya mengajak kita semua untuk menyimak dengan seksama topik bahasan ini.

Sebelumnya, penting bagi kita untuk mengetahui pengertian kata NABI dan NUBUAT. Istilah nabi dan nubuat merupakan dua hal yang tidak terpisahkan satu sama lain. Tetapi apakah ‘nabi’ dan’nubuat’ itu? Jawaban untuk pertanyaan ini akan menolong kita mengenal mana catatan dalam Alkitab yang dimaksud dengan nubuat dan apa saja yang termasuk dalam nubuat.

Kata ‘nabi’ yang dalam bahasa Ibrani juga adalah ‘NAVI,’ secara harfiah berarti ‘pembicara’ dan ‘pelihat.’ Kedua arti kata nabi ini sering digunakan silih berganti (1 Samuel 9:9; 2 Raja 17:13; Yesaya 29:10; 30:10; Mikha 3:6-7). Seorang nabi disebut sebagai ‘pembicara’ karena ia bertugas untuk mengumandangkan firman Allah kepada pendengar yang dimaksud. Dalam penyampaiannya, seorang nabi sering kali mengatakan, “Dengarlah … sebab Tuhan berfirman …” (Yesaya 1:2), ”…demikianlah firman Tuhan, …” (Yeremia 4:1), dll. Seorang nabi disebut juga ‘pelihat’ karena kadang-kadang mereka menerima pengetahuan akan kehendak Allah melalui mimpi, penglihatan (bdg. Yehezkiel 1:4-28; Zakharia 1-6).[1]

Kata “nabi” menunjuk pada seorang yang telah ditetapkan Allah untuk menyampaikan firmanNya. Seorang yang berbicara untuk Tuhan, seorang pembicara yang dipilih Allah untuk menerima dan menyatakan sabda Allah, meskipun berita itu kadang-kadang menyakitkan pendengarnya. [2]

Seorang nabi bukan hanya menyampaikan firman Allah kepada orang lain, tetapi juga kadang-kadang firman Tuhan untuk dirinya sendiri (Keluaran 3:10,12,14; Yeremia 1:4,7,9, dll). Jadi dapat dikatakan bahwa nabi adalah seorang juru bicara Allah, atau penyambung mulut Allah untuk mengatakan kehendak-Nya kepada manusia. Tetapi perlu diketahui juga bahwa Alkitab membedakan nabi dalam dua kelompok, yaitu nabi Allah atau nabi yang benar dan nabi palsu (1 Raja 18:22; Matius 24:24; 1 Yohanes 4:1; dll).

Bagaimanakah mengenali mana nabi Tuhan dan nabi palsu? Dalam Ulangan18: 19-22, Allah melalui Musa memberikan ciri-cirinya.

Nabi yang benar:
(1) Tuhan yang menaruh perkataan (firman) dalam mulutnya;
(2) Hanya mengatakan yang diperintahkan Tuhan kepadanya;
(3) Dia berbicara demi nama Tuhan;
(4) Apa yang dikatakannya benar-benar terjadi (bdg. Yesaya 28:9).

Nabi Palsu:
(1) Terlalu berani berbicara demi nama Tuhan;
(2) Dia mengucapkan perkataan yang tidak difirmankan Tuhan;
(3) Berbicara demi nama allah lain;
(4) Perkataannya tidak terjadi.

Dalam mendefinisikan kata ‘nubuat’ tentu saja tidak akan sulit lagi bagi kita sebab kita sudah mengetahui dengan jelas apa arti ‘nabi,’ yang masih berhubungan dengan kata nubuat. Kata ‘nubuat’ menunjuk pada berita apa pun yang diberikan oleh Allah untuk disampaikan kepada manusia oleh seorang nabi sebagai wakil Allah. Berita (firman) ini datang melalui pewahyuan, penglihatan dan langsung dari mulut Allah. Berita yang disampaikan nabi itu berhubungan dengan peristiwa masa lampau, masa sekarang dan juga masa yang akan datang. [3] Yesaya 42:9 mengatakan, “Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan, hal-hal yang baru hendak Ku-beritahukan. Sebelum hal-hal itu muncul, Aku mengabarkannya kepadamu.”

Perlu kita pahami disini bahwa ada perbedaan antara istilah ‘nubuat’ dan ‘ramalan.’ Nubuat adalah berita yang pasti akan terjadi, sedangkan ramalan belum pasti terjadi. Istilah ramalan biasanya digunakan untuk memperkirakan keadaan cuaca atau nasib orang lain. Tidak pernah istilah nubuat dipergunakan untuk kedua hal itu. Istilah nubuat hanya dipakai untuk hal rohani.

Jadi kesimpulannya “nabi” adalah “jabatan” yang diberikan oleh Allah kepada seseorang yang dipercaya untuk melakukan kehendak Allah, dan “nubuat” adalah “tugas” yang dipercayakan kepada seorang nabi untuk dilakukan sepenuhnya.

Nubuat-nubuat dalam Alkitab yang akan kita bicarakan dan menjadi fokus utama kita adalah nubuat tentang bangsa, nubuat tentang kota, nubuat tentang orang, dan nubuat Yesus Kristus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s