Pengertian HAM

• Menurut pendapat Jan Materson (dari komisi HAM PBB) dalam Teaching Human Rights, United Nations yang dikutip Baharuddin Lopa bahwa HAM adalah hak-hak yang melekat pada setiap manusia, yang tanpanya manusia mustahil dapat hidup sebagai manusia
• John Locke menyatakan bahwa HAM adalah hak-hak yang diberikan langsung oleh Tuhan Yang Maha Pencipta sebagai hak yang kodrati. (Mansyur Effendi, 1994)

B. Pembahasan
Setiap Peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juni tidak diperingati semeriah peringatan hari besar Nasional lainnya. Sehingga banyak diantara kita yang tidak memahami dan bahkan tidak tahu bahwa hari anak itu diperingati secara nasional.
Semua orang tua pasti menginginkan setiap anaknya menjadi orang yang dapat dibanggakan di masa depan. Namun sayangnya, setiap orang tua belum memahami secara keseluruhan atas hak-hak setiap anaknya. Seperti banyaknya kasus yang terjadi mengorbankan hak-hak seorang anak.
Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak yang menegaskan partisipasi anak yang berbunyi “ Setiap anak berhak menyatakan dan di dengar pendapatnya, menerima, mencari, dan memberikan informasi sesuai dengan tingkat kecerdasan dan usianya demi pengembangan dirinya sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan dan kepatutan.” Artinya anak-anak mempunyai hak menyampaikan pendapat, menyampaikan keinginan dan perasaannya, mulai dari menangis, gembira, senyum, bersuara manis ataupun suara yang bernada keras dan marah untuk menyampaikan keinginan perasaannya.
Salah satu lingkungan pertama kali yang dapat dimulai dari lembaga terkecil yaitu keluarga. Di dalam sebuah keluarga, setiap orang tua mempunyai kewajiban dan tanggung jawab terhadap anaknya dengan menjamin hak untuk memperoleh pendidikan dan kasih sayang. Namun masih banyak pelanggaran yang terjadi di kehidupan sehari-hari seperti memberlakukan sistem hukuman fisik bagi seorang anak bila melakukan kesalahan dan menentang kegiatan anak atau terlalu mengekang seluruh aktivitas anaknya. Selain itu orang tua bertanggung jawab sebagai anggota masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang tentram, aman, dan nyaman untuk tumbuh dan berkembang menjadi individu yang mandiri. Anak wajib diberi kesempatan untuk memperoleh pendidikan dasar wajib selama 12 tahun dan di asuh serta di didik dengan penuh cinta dan kasih sayang.
Berikut adalah Hak Asasi Anak yang dikemukakan oleh Convention On The Right Of The Child di Jenewa :
1. Setiap anak berhak mendapat jaminan perlindungan dan perawatan yang di butuhkan untuk kesejahteraan anak.
2. Setiap anak memiliki hak yang merupakan kodrat hidup.
3. Negara menjamin kelangsungan hidup dan pengembangan anak.
4. Bagi anak yang terpisah bagi orang tua nya, berhak mempertahankan hubungan pribadi dan kontak langsung secara tetap.
5. Setiap anak berhak mengembangkan diri, menyatakan pendapatnya secara bebas, kemerdekaan berfikir dan beragama.
6. Setiap anak berhak mendapat perlindungan dari segala bentuk kekerasan fisik atau mental, perlakuan salah, termasuk penyalahgunaan seksual.
7. Setiap anak berhak mendapat pendidikan dasar secara cuma-cuma, yang di lanjutkan pendidikan menengah, umum, kejuruan, pendidikan tinggi sesuai sarana dan kemampuan.
8. Setiap anak berhak mendapat pelayanan kesehatan, perawatan dan pemulihan kesehatan, dengan sarana yang sebaik-baiknya.
9. Setiap anak berhak mendapat pemeliharaan, perlindungan atau perawatan kesehatan rohani dan jasmani secara berkala dan semaksimal mungkin.
10. Setiap anak berhak untuk beristirahat dan bersantai, bermain dan turut serta dalam rekreasi yang sesuai dengan usia anak.
Contoh-contoh kasus pelanggaran HAM antara orang tua dan anak :
1. Orang tua yang selalu memarahi anaknya
Dalam kasus sehari-hari sering kita lihat yaitu seperti seorang anak yang dipaksa untuk terus belajar tetapi hasilnya belum memuaskan bagi si orang tua dan pada akhirnya orang tua memberlakukan sistem hukuman fisik bagi si anak.
Seharusnya, kemampuan setiap anak itu pastilah berbeda. Dan sebagai orang tua pun mendukung letak dari kelebihan anak tersebut dan membantu perkembangan anak yang masih kurang.

2. Pertengkaran orang tua yang mengakibatkan gangguan psikis seorang anak.

Banyaknya pertengkaran orang tua akibat dari selisih paham yang mengganggu pikiran si anak yang berdampak negative pada perasaan si anak tersebut yaitu membuat anak menjadi tertekan dan trauma.
Sebaiknya, orang tua tidak seharusnya bertengkar di depan anak dan menciptakan keadaan keluarga yang harmonis.

3. Perdagangan anak
Dilingkungan sekitar banyak dijumpai komplotan-komplotan perdagangan anak yang nantinya si anak tersebut akan diperjual belikan keluar daerah bahkan keluar negeri.
Ada baiknya, sang orang tua pun menjaga atau mengawasi ruang lingkup gerak si anak.

4. Mempekerjakan Anak Dibawah Umur
Disebabkan karena faktor ekonomi yang kurang mendukung, seorang anak dapat menjadi korban dalam keluarga. Orang tua yang memiliki hutang piutang tetapi tidak mampu membayar, si anak pun dijadikan sebagai tebusan.
Sebagai orang tua yang baik seharusnya anak tidak di ikut campur kan dalam masalah ekonomi keluarga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s